Petani Majene Optimalkan Lahan Tidur

Mamuju – Sejumlah petani di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat yang tergabung dalam kelompok tani Ada` Tuho mencoba memaksimalkan lahan tidur di daerah itu dengan menanam komoditas hortikultura jenis cabai serta tanaman sayur jenis jagung.

Bupati Majene Fahmi Massiara, di Majene, Senin menyampaikan apresiasinya kepada petani di daerah itu, khususnya petani cabai yang ada di Kecamatan Malunda. “Saya sangat mengapresiasi para petani khususnya petani cabai di Malunda yang telah mampu mengubah lahan tidur atau sebelumnya tidak produktif menjadi lahan yang produktif,” kata Fahmi Massiara.

Menurut dia, hal tersebut juga merupakan salah satu perwujudan dari revolusi hijau yang selama ini di galakkan Pemerintah Kabupaten Majene yang hasilnya sangat membantu sumber pendapatan masyarakat,” tambahnya.

Bupati berharap walaupun harga cabai tahun ini dibanding tahun lalu mengalami penurunan, namun tidak menyurutkan semangat petani untuk terus mengembangkan tanaman cabai. “Harga cabai sedikit merosot dibandingkan tahun kemarin yang saat ini sudah berada pada harga Rp17.000 per kilogram. Mudah-mudahan bukan menjadi penghambat semangat para petani untuk tetap menanam cabai,” kata Fahmi Massiara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene Burhan, pada penenaman cabai perdana yang dilaksanakan kelompok tani Ada` Tuho di Lingkungan Banua, Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, pada Minggu (13/1) mengatakan, komoditas cabai yang ditanam itu dapat dipanen sekitar 2,5 hingga tiga bulan ke depan.

“Selama para petani bekerja sama dengan para PPL di Malunda, untuk membantu dalam hal pemeliharaan tanaman cabe. Selain itu para petani juga harus rajin melakukan penyemprotan, minimal kali dalam seminggu juga melakukan pemupukan sekali dalam seminggu. Ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” jelas Burhan.

Ketua kelompok tani Ada` Tuho Salahuddin Syukur mengatakan, penanaman perdana tahun ini, dilakukan di area seluas 60×70 meter. Kelompok tani Ada ‘Tuho yang beranggotakan 20 petani itu pada puncak panen tahun lalu berhasil memproduksi 3,5 ton cabai. “Alhamdulillah, hasil panen cabai tahun lalu sangat menggembirakan. Pada saat puncak panen lalu, kami mampu mendapatkan 3,5 ton dan apabila diuangkan nilainya sekitar Rp75 juta,” terangnya. (Ant)