Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan membentuk “Komunitas Pilot Drone” atau komunitas drone guna mensukseskan data desa presisi.
“Fokus utama Pemprov Sulbar saat ini adalah mewujudkan data desa yang presisi, karena akurasi dan presisi data menjadi dasar dalam menyusun setiap perencanaan program,” kata Gubernur Sulbar Akmal Malik, saat menerima kunjungan Kepala BPN. Sulbar, di Mamuju, Kamis.
Salah satu upaya dalam mewujudkan pembentukan komunitas pesawat tanpa awak terus dilakukan, yaitu dengan pengadaan pesawat tanpa awak di setiap kecamatan yang dibiayai langsung dari APBN.
“Kendaraan udara tak berawak itu dialokasikan ke setiap kecamatan untuk melakukan pemetaan data di setiap desa,” kata Akmal Malik.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan program Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulbar, yakni optimalisasi komunitas drone.
“Saya juga mendukung program BPN Sulbar dan berharap Dewan BPN terus menghasilkan program-program khususnya program skala nasional yang bisa mendatangkan tamu dari luar daerah,” jelas Akmal Malik.
Dikatakannya, salah satu permasalahan Sulbar saat ini adalah masih banyaknya kegiatan yang dilakukan di luar daerah. Maka ke depan, Akmal Malik meminta OPD untuk menghentikan kegiatan di luar Sulbar.
Sebaliknya, ia meminta OPD dan Forkopimda Sulbar membuat kegiatan berskala nasional di daerah.
“Kita suruh orang datang ke sini (Sulbar). OPD tidak bisa lagi keluar kabupaten. Kita minta tanggung jawab kita semua, untuk kegiatan di Sulbar,” kata Akmal Malik.
Sementara itu, Kepala Divisi ATR/BPN Sulbar Hardian menjelaskan, penggunaan pesawat tanpa awak dalam pemetaan tanah di Sulbar, sudah diterapkan di BPN Sulbar.
Namun masih perlu dioptimalkan dan ke depan akan memanfaatkan sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas non-pesawat.
“Dengan cara ini, melalui masyarakat, turut serta mendukung terwujudnya presisi data desa di Sulbar,” ujarnya.
Kolaborasi antara instansi vertikal dan pemerintah provinsi dan kabupaten diperlukan untuk merumuskan kebijakan di bidang pertanahan dan tata ruang. Butuh wadah untuk koordinasi, resource sharingdengan membentuk komunitas pesawat non awak,” kata Hardian. (Ant)




