Hainan Dikunjungi 70 Juta Wisatawan

Beijing – Pulau Hainan di sebelah selatan daratan China dikunjungi lebih dari 70 juta wisatawan selama 2017 termasuk satu juta di antaranya dari mancanegara.

“Jumlah kunjungan wisatawan tahun 2017 naik tiga kali lipat dibandingkan dengan 2009,” kata Gubernur Hainan Shen Xiaoming dalam paparan di depan para diplomat asing dan awak media dalam dan luar negeri di Beijing, termasuk Antara, Jumat (2/2) malam.

Ia merujuk tahun 2009 karena pada tahun itulah Provinsi Hainan yang merupakan pemekaran dari Provinsi Guangdong mulai membangun sektor pariwisatanya.

Sebelumnya, Hainan hanyalah kota perdagangan. Namun karena satu-satunya pulau di China yang memiliki pantai berpasir putih dan alam pegunugan yang hijau serta lahan pertanian yang subur, Hainan dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata favorit.

Dibandingkan dengan beberapa wilayah lain di daratan Tiongkok, cuaca di Hainan relatif stabil karena tidak ada musim dingin atau lebih mirip dengan sebagian besar wilayah di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Hainan makin intensif melancarkan promosi objek wisatanya setelah sukses menggelar kontes kecantikan Miss World 2017.

“Bandara kami juga telah siap menampung wisatawan. Tahun lalu sebanyak 42 juta penumpang berangkat dan pergi dari bandara kami,” kata Shen dalam acara yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri China itu.

Pulau seluas 35.400 kilometer persegi yang berada di perairan Laut China Selatan itu dihuni sekitar 9,17 juta jiwa penduduk dengan produk domestik bruto (GDP) sebesar 61 miliar dolar AS.

Provinsi yang beribu kota di Haikou itu memisahkan diri dari Provinsi Guangdong pada tahun 1988 dan oleh Deng Xiaoping, pemimpin China pada saat itu, dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus yang terbuka terhadap investor asing.

Selain keindahan panorama alamnya, Hainan juga dikenal sebagai penghasil padi dan beragam buah tropis, terutama kelapa.

Di pulau yang dapat ditempuh dalam waktu 3,5 jam penerbangan dari Beijing itu bertebaran akomodasi wisata berstandar internasional dan modern.

Hainan juga ditetapkan sebagai pusat pengembangan dan peluncuran pesawat luar angkasa China selain juga pusat penelitian bawah air.

“Di Hainan juga ada satu desa bernama Xinglong. Banyak ‘huaqiao’ (warga keturunan Tionghoa) yang kembali dari Indonesia ke desa itu,” kata seorang wartawati Hainan Ribao kepada Antara. (Ant)