Agar Terhindar Dari Kefakiran dan Kemiskinan, Kakanwil Kemenag Sulbar Minta Masyarakat Rajin Bayar Zakat

Mamuju – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat Muflih meminta masyarakat lebih rajin membayar zakat agar umat Islam di daerah tersebut terhindar dari kefakiran dan kemiskinan.

“Zakat merupakan salah satu ibadah dalam agama Islam untuk menyejahterakan umat Islam agar tidak terlilit dalam kefakiran dan kemiskinan,” kata Muflih di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan sesuai hadis Nabi SAW bahwa kemiskinan itu mendekatkan kepada kekufuran, sehingga zakat harus dikeluarkan kepada mereka yang wajib menunaikannya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Kemenag Sulbar untuk mengaplikasikan informasi zakat agar diketahui masyarakat dan mereka yang wajib zakat.

“Para penyuluh agama Kemenag Sulbar diminta untuk menyampaikan informasi zakat kepada umat muslim di Sulbar agar ditunaikan sehingga bangsa ini jauh dari kemiskinan,” katanya.

Ia menyampaikan pengelolaan zakat ini sudah terlaksana dengan baik dan harus lebih dimaksimalkan, dan umat muslim yang belum paham diberikan pemahaman, mengenai pengelolaan zakat tersebut, karena ada hak yang orang lain yang harus dikeluarkan.

“Ini adalah tanggung jawab bersama sebagai aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Sulbar, agar pengelolaan zakat juga berjalan dengan sesuai dengan harapan kita, untuk menyejahterakan masyarakat dan menekan kemiskinan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa tugas sebagai penyuluh agama tidak gampang, agar masyarakat dapat menunaikan ibadah tentang zakat.

Ia menyampaikan berdasarkan penelitian dari guru besar UIN Alauddin Makassar menyatakan di negara ini masih ada hampir 30 persen masyarakat yang belum mengeluarkan zakat baik itu zakat fitrah maupun zakat mal.

Oleh karenanya penyuluh agama Islam dan Baznas diminta untuk lebih pro aktif menggali sumber zakat atau potensi zakat yang ada di wilayah kerja masing-masing.(Ant)