Mamuju – Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Rano, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menerima 45 orang transmigran.
“Sebanyak 45 orang transmigran tersebut berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Tengah, dan Provinsi Lampung,” kata penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik, di Mamuju, Minggu (21/8).
Ia mengatakan, 45 transmigran itu telah tiba di Bandara Tampapadang Mamuju, dan selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Mamasa untuk selanjutnya ditempatkan di UPT Rano, Kecamatan Mehalaan.
Menurut dia, transmigrasi merupakan salah satu program pemerintah untuk perbaikan ekonomi masyarakat transmigran maupun masyarakat yang berada di sekitar UPT.
“Transmigrasi akan menggerakkan ekonomi sektor perdagangan pertanian perkebunan dan peternakan untuk meningkatkan ekonomi daerah,” ucapnya.
Menurut dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, telah melaksanakan pembangunan pemukiman transmigrasi melalui dana APBN.
Ia menyampaikan, pemerintah juga menyiapkan pembangkit tenaga listrik surya untuk setiap pemukiman transportasi serta membagikan lahan pekarangan, lahan dua hektare untuk setiap kepala keluarga transmigrasi.
Bupati Mamasa Ramlan Badawi berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat yang membuka areal transmigrasi, dan pihaknya akan membantu agar transmigran mampu mengembangkan komoditas pertanian.
Ia juga berharap Pemprov Sulbar memberikan perhatian pengembangan transmigrasi di Mamasa. (Ant)




