Pemprov Sulbar kembangkan usaha bibit hortikultura

Polman – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengembangkan usaha bibit tanaman hortikultura di Desa Batupangadaala Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik di Polman, Selasa mengatakan, Pemerintah Sulbar memiliki aset lahan milik pemerintah di Desa Batupangadaala Kecamatan Luyo Kabupaten Polman yang akan dikembangkan menjadi usaha pertanian.

Ia mengatakan, aset lahan pemerintah Sulbar tersebut seluas 50 hektare yang akan dimanfaatkan dan dijadikan lokasi usaha pengembangan bibit induk tanaman holtikultura.

Menurut dia, sebelumnya lahan tersebut tidak digarap dengan maksimal sehingga tidak memberikan kontribusi maksimal bagi pendapatan daerah.

“Sebelumnya lahan tersebut menyerap anggaran APBD Rp400 juta per tahun untuk perawatannya, namun hanya menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp80 juta,” katanya.

Sehingga kata dia, lahan tersebut kembali dikembangkan untuk menjadi pusat usaha yang aman menyiapkan bibit induk tanaman hortikultura milik pemerintah Sulbar, yang diharapkan dapat memacu PAD Sulbar.

Menurut dia, dengan menjadi usaha pembenihan induk tanaman hortikultura, maka selain memacu pendapatan daerah, petani Sulbar tidak akan lagi kesulitan membeli bibit tanaman hortikultura karena telah tersedia di Sulbar.

“Selama ini petani kesulitan benih dan harus melakukan impor kedelai dari luar Sulbar seperti dari Kabupaten Maros Provinsi Sulsel yang letaknya jauh,” katanya.

Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) Sulbar dapat berkoordinasi dan berkolaborasi dalam mendukung pengembangan usaha pembenihan induk tanaman hortikultura tersebut.

Ia meminta, agar unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pemerintah Sulbar yang mengelola lahan tersebut juga bekerja maksimal mengelola lahan tersebut sehingga hasilnya dapat berkontribusi maksimal bagi daerah.

“Usaha pembibitan tersebut sudah mengembangkan bibit komoditi kedelai dan jagung serta aneka komoditi buah-buahan, seperti jeruk, jambu dan lainnya, hal tersebut sangat baik dan untuk menghasilkan PAD lebih tinggi,” katanya. (Ant)