Pembangunan Kantor Gubernur Sulbar didukung APBN sebesar Rp98 miliar

Mamuju  – Sekretaris daerah (Sekda) Sulawesi Barat Muhammad Idris mengungkapkan pembangunan ulang kantor gubernur yang rusak akibat gempa magnitudo 6,2 pada 15 Januari 2021, didukung APBN sebesar Rp98 miliar.

” Kantor Gubernur Sulbar yang rusak akibat gempa, dibangun kembali oleh pemerintah pusat, dengan APBN sebesar Rp98 miliar,” kata Sekda Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Idris Dp di Mamuju, Jumat..

Ia mengatakan pembangunan kantor Gubernur Sulawesi Barat yang dikerjakan kontraktor PT Brantas Abipraya selaku badan usaha milik negara (BUMN) sudah dilaksanakan selama tiga bulan terakhir.

Nantinya Kantor Gubernur Sulbar yang baru tersebut akan dijadikan salah satu ikon bagi daerah dan masyarakat Sulbar.

Idris mengaku telah melakukan peninjauan di lokasi pembangunan kantor Gubernur Sulbar dan pembangunannya baru terlaksana 22 persen.

Hanya saja, kantor Gubernur Sulbar yang sedang dibangun itu tidak lagi berlantai empat seperti bangunan sebelumnya yang rusak akibat gempa.

“Bangunan kantor Gubernur Sulbar yang baru ini, hanya tiga lantai dan akan didesain agar anti gempa,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sejak kantor gubernur dirusak gempa, maka aktivitas Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik menggunakan rumah jabatan Wakil Gubernur yang dijadikan kantor gubernur sementara, demi tetap berlanjutnya pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik meminta agar kontraktor pelaksana dapat bekerja dengan baik dan mengutamakan kualitas bangunan.

“Kontraktor diharapkan melaksanakan pembangunan yang berkualitas dan lebih baik dari sebelumnya serta tahan gempa,” ujarnya. (Ant)