KPU Sulbar menggelar bimbingan teknis keprotokolan

Mamuju – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat menggelar sosialisasi Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perubahan atas PKPU No. 2/2021 tentang Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan Umum serta bimbingan teknis keprotokolan di lingkungan KPU se-Sulbar.

“Kami berharap dengan sosialisasi ini tidak ada lagi kesalahan atau kekeliruan dalam tata naskah kedinasan,” kata Ketua KPU Provinsi Sulbar Rustang di Mamuju, Kamis.

Ia berharap narasumber pada kegiatan itu menjelaskan dengan teliti dan perinci materi mereka pada kegiatan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris KPU Provinsi Sulbar Bakhtiar menjelaskan bahwa keprotokolan atau keprotokoleran itu yang sebelumnya merupakan tugas dan fungsi humas. Namun, berdasarkan PKPU No. 14/2020 menjadi tupoksi bagian umum.

Hal ini, lanjut dia, agar staf yang diberikan tugas-tugas keprotokolan paham akan tugas dan tanggung jawabnya, penempatan tempat duduk dan posisi tamu atau pejabat menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Menurut dia, penyebutan gelar atau jabatan beserta urut-urutannya menjadi hal penting.

Hal tersebut, kata dia, sangat terkait dengan keamanan dan kenyamanan menjadi hal yang utama dan prioritas.

“Mudah-mudahan bimtek keprotokolan yang dilaksanakan ini dengan narasumber yang kapabel dapat dipahami oleh para peserta untuk selanjutnya dapat diimplementasikan pada satuan kerjanya masing-masing,” ujar Bakhtiar.

Kegiatan yang digelar di Kabupaten Mamuju Tengah mulai 22 hingga 24 November 2022 tersebut menghadirkan pemateri dari KPU RI, Polda Sulbar, dan Bagian Keprotokoleran Pemprov Sulbar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi Syamsu Ridwan yang menjadi narasumber kegiatan itu mengatakan bahwa pada tahun 2024 merupakan tahun demokrasi sehingga situasi yang berkembang akan menimbulkan dinamika.

Tugas KPU sebagai penyelenggara, menurut dia, sangat berat dan pihak kepolisian akan membantu dan mengawal setiap tahapan penyelenggaraan pesta demokrasi supaya berjalan aman dan lancar.

“Intisari dari keprotokolan adalah bagaimana membuat seseorang itu merasa nyaman dan penting sehingga perlu memperhatikan penampilan diri serta etika dan etiket dalam pergaulan maupun dengan lembaga lain,” terang Syamsu Ridwan.

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya pada kegiatan itu dalam rangka membantu menciptakan protokoler yang bukan cuma andal membantu kegiatan KPU, melainkan juga dapat menempatkan diri sesuai dengan norma dan kebiasaan yang berlaku di tengah masyarakat, khususnya pada masa tahapan pemilu.

“Semoga materi yang saya sampaikan sedikit banyaknya dapat menambah wawasan dan mengedukasi para peserta sehingga apa yang kita harapkan pada pemilu nanti dapat berjalan sesuai dengan harapan,” ujar Syamsu Ridwan. (Ant)