Mamuju – Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada bulan Juni 2022 mencapai 35 juta dollar atau mengalami peningkatan sebesar 1.571,46 persen dibanding bulan Mei 2022 senilai 2,09 juta dollar AS.
Kepala Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Sulbar, Tina Wahyufitri, di Mamuju, Senin, mengatakan, seluruh komoditas ekspor Provinsi Sulbar pada bulan Juni 2022 merupakan komoditas barang non migas.
Ia mengatakan, peningkatan ekspor Sulbar tersebut disebabkan oleh naiknya ekspor kelompok barang non migas berupa hasil industri.
“Nilai ekspor non migas periode Januari sampai Juni 2022 mencapai 176,22 juta atau turun sebesar 44,07 persen, dibanding periode yang sama tahun 2021 yang mencapai 315,07 juta dollar,” katanya.
Menurut dia, selama bulan Juni 2022, barang yang diekspor dari Provinsi Sulbar adalah lemak dan minyak hewani nabati, kakao, bahan nabati untuk anyam-anyaman; berbagai produk kimia dan lak, getah, serta damar.
Ia mengatakan secara kumulatif untuk periode bulan Januari sampai Juni 2022, ekspor Provinsi Sulbar masih didominasi oleh golongan lemak dan minyak hewani nabati senilai 154,32 juta dollar dan berkontribusi sebesar 87,57 persen dari total ekspor Provinsi Sulbar.
Sedangkan berbagai produk kimia berkontribusi sebesar 7,09 persen dan kakao berkontribusi sebesar 3,00 persen.
Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya nilai ekspor golongan lemak dan minyak hewani nabati mengalami penurunan sebesar 48,21 persen, golongan berbagai bahan kimia mengalami penurunan sebesar 11,12 persen, sedangkan kakao mengalami peningkatan sebesar 84,88 persen.
Negara tujuan utama ekspor Provinsi Sulbar pada bulan Juni 2022 adalah Filipina, China, Jepang, Malaysia, India, dan Vietnam.
Dari total nilai ekspor selama bulan Juni 2022 sebesar 35,00 juta dollar nilai ekspor ke Filipina tertinggi mencapai 16,30 juta dollar atau 46,57 persen, kemudian China sebesar 15,83 juta dollar atau 45,23 persen dan menyusul negara Jepang mencapai 1,31 juta dollar atau 3,74 persen. (Ant)




