Mamuju – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyusun rencana starategi (Renstra) pembangunan kesehatan di wilayah itu untuk 2023 sampai 2026.
“Penyusunan Renstra pembangunan kesehatan merupakan penjabaran rencana pembangunan pemerintah daerah dan memberikan gambaran pelayanan yang akan dilaksanakan Dinkes Sulbar sampai 2026 untuk pembangunan Kesehatan masyarakat,” kata kepala Dinkes Sulbar Drg Asran Masdi di Mamuju, Jumat.
Ia mengatakan, Renstra kesehatan Sulbar juga adalah rencana pembangunan kesehatan selama lima tahun sesuai rencana pembangunan daerah (RPD) Sulbar.
Menurut dia, terdapat sejumlah permasalahan pembangunan bidang Kesehatan yang mesti ditanggulangi diantaranya masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi.
“Jumlah kasus kematian ibu pada tahun 2020 sebesar 46 kasus sedangkan untuk kasus kematian bayi pada tahun 2020 sebesar 303 kasus,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak mencapai target pemerintah yang sebelumnya berupaya menurunkan angka kasus kematian ibu hingga 32 kasus, dan angka kematian bayi hingga 257 kasus pada 2020.
Ia mengatakan, permasalah kesehatan lainnya adalah masih tingginya angka prevalensi stunting di provinsi Sulbar sebesar 33,8 persen di atas angka rata-rata nasional yaitu 24,4 persen serta angka stunting Sulbar menempati urutan kedua tertinggi secara nasional.
“Masalah lainnya adalah masih rendahnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang berkualitas serta terbatasnya ketersediaan tenaga kesehatan, serta masih tingginya angka kesakitan akibat penyakit menular dan tidak menular,” katanya.
Selain itu, belum maksimalnya jumlah peserta jaminan kesehatan di Provinsi Sulbar pada 2020 karena persentase penduduk yang telah menjadi peserta jaminan kesehatan baru mencapai angka 87,93 persen dan belum mencapai
Belum maksimalnya akses terhadap sanitasi layak, persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak di Sulbar karena baru mencapai 77,07 persen.
“Permasalahan kesehatan yang akan menjadi prirotitas pemerintah untuk dilakukan upaya penanggulangannya pada rentra kesehatan yang disusun pemerintah Sulbar,” katanya.(Ant)




