Dinkes Sulbar Gelar Rembuk Penanggulangan Stunting

Mamuju – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rembuk stunting dalam rangka menggulangan stunting di Kabupaten Polewali Mandar.

“Kegiatan ini menghadirkan kepala dinkes Sulbar, pejabat eselon II kabupaten Polewali Mandar,TNP2K Sekretaris Kepresidenan, Dinkes Polewali Mandar, kepala puskesmas se kabupaten Polewali Mandar, camat, kepala desa se Polewali Mandar,” kata Kepala Dinkes Sulbar,?dr.Achmad Azis,M.Kes di Mamuju, Kamis.

Ia menambahkan rembuk stunting dilaksanakan dalam rangka membangun kerja sama semua sector untuk percepatan penanggulanagan stunting dalam bentuk konvorgensi program.

“Karna kondisi sekarang stunting termaksud kategori akut kronis sehingga memerlukan penajaman anggaran yang outputnya penanganan stunting,” ujarnya.

Menurut dia, dari data elektronik pencatatan, pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) di kabupaten Polewali Mandar terdapat sekitar 6140?orang atau 16.58 persen balita pendek dan sangat pendek.

“Data itu berdasarkan Riskesdas 2007 yang ditemukan balita sangat pendek 18,8, pendek 18.0 tahun 2013 sangat pendek 18.0, pendek 19.2, tahun 2018 sangat pendek 11.5, pendek 19,3,” jelasnya.

Kapala Dinkes mengatakan  stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan sosial.

Ia menyampaikan pelaksanaan rembuk stunting ini adalah untuk meningkatkan komitmen para pengambil kebijakan di daerah dalam penurunan stunting serta meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan, koordinasi, monitoring, evaluasi, advokasi, sosialisasi dan komonikasi interpersonal. (Ant)