Dinkes Sulbar Gelar Pendampingan Ibu Hamil

Mamuju – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menggelar pendampingan kepada para ibu hamil di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar untuk pencegahan anak yang kemudian mengalami kekerdilan.

“Kegiatan pendampingan ibu hamil di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar untuk pencegahan `stunting` dilaksanakan dengan membentuk tim pendamping Dinkes Sulbar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr Achmad Azis M.Kes. di Mamuju, Sabtu.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kesehatan ibu dan anak Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar.

“`Stunting` yang merupakan kondisi disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, sejak masih di dalam kandungan mesti diantisiapsi,” katanya.

Menurut dia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20 persen kekerdilan sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

Kondisi itu diakibatka oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit

Akibatnya, kata dia, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pentingnya penanganan kekerdilan bisa dicegah ibu sejak masa kehamilan.

Kuncinya, kata dia, ibu harus memperbaiki pola makan dan mencukupi kebutuhan gizi selama kehamilan.

Selain itu, kata dia, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat untuk mencegah cacat tabung saraf.

Pada masa kehamilan hingga usia 1.000 hari anak, orang tua harus memastikan anak mendapat asupan gizi yang baik.

“Selain itu`stunting`?juga dapat dicegah dengan meningkatkan kebersihan lingkungan dan meningkatkan akses air bersih di lingkungan rumah,” ujarnya. (Ant)