Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar lokakarya untuk membangun ketahanan sektor maritim dalam menjaga sumber daya ekonomi di laut.
“Pemerintah Sulbar melaksanakan lokakarya pembinaan ketahanan maritim untuk menjaga keamanan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya di laut Sulbar,” kata Sekda Sulbar, Muh Idris di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, perairan Sulbar berada pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dengan luas wilayah laut 20.342 kilometer persegi dan memiliki garis panjang pantai 750 kilometer.
“Dengan kondisi geografis Sulbar yang luas tersebut tentunya terdapat banyak potensi sumber daya maritim yang bisa digali, baik dari dasar laut maupun wilayah pesisirnya,” katanya.
Sehingga lanjutnya, perairan Sulbar perlu dijaga keamanan wilayah lautnya dan juga menjamin keselamatan pelayaran, khususnya bagi masyarakat Sulbar.
“Ketahanan dan keamanan kemaritiman juga diperlukan untuk menjaga keberlangsungan dan kelestarian ekosistem laut dan wilayah pesisir Sulbar,” ujarnya.
Ia berharap, solidaritas antara TNI Angkatan Laut dan pemerintah Sulbar serta stakeholder terkait maupun masyarakat pesisir, tetap terjaga, sehingga ketahanan kemaritiman dapat terwujud dan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah Sulbar.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Mamuju, Letkol Marinir, Antonius Temmy Irawan mengemukakan, TNI Angkatan Laut Mamuju bersama seluruh komponen juga terus menggali dan mengembangkan potensi maritim yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan meningkatkan transportasi laut.
“Wilayah Sulbar perlu dijaga dan digali serta dikembangkan potensi kemaritimannya, sehingga bisa digunakan bagi kepentingan masyarakat yang ada di Sulbar,” katanya.
Ia berharap, lokakarya pembinaan kemaritiman dapat memberikan masukan yang positif kepada pemerintah daerah setempat dan stakeholder terkait tentang pemberdayaan ketahanan wilayah maritim. (Ant)




