Mamuju – Polda Sulawesi Barat bersama Universitas Muhammadiyah Kabupaten Mamuju menggelar vaksinasi massal sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19 di daerah itu.
Kasubdit Sosbud Direktorat Intelkam Polda Sulbar AKBP Muh Rizal di Mamuju, Minggu, menyampaikan, berdasarkan data dari tim Gugus COVID-19, Sulbar sudah memasuki PPKM Level 3, akibat banyaknya COVID-19 yang mencapai 200 orang setiap harinya.
“Saat ini Sulbar memasuki PPKM level 3 akibat tingginya penderita COVID-19 . Saya mewakili Polda Sulbar menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama seluruh peserta dalam membantu percepatan penanganan COVID-19 di Sulbar,” kata Muh Rizal.
Pada pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di Aula Serbaguna Masjid Fastabiqul Khairat di Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju tersebut, ratusan orang dengan antusias mengikuti vaksinasi mulai dari tahap pendaftaran, penyuntikan hingga observasi pasca-vaksin.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju Muchtar menyampaikan terima kasih kepada Polda Sulbar atas terselenggaranya vaksinasi massal tersebut.
Vaksinasi itu menurut Muchtar, merupakan ikhtiar bersama dalam penanganan COVID-19 dengan terbentuknya “herd imunity” yang kuat.
Sehingga ia berharap dalam waktu dekat dapat melakukan perkuliahan secara tatap muka.
“Ini adalah salah satu ikhtiar pemerintah dan kita bersama agar kuat menghadapi wabah COVID-19. Semoga dalam waktu dekat ini kita dapat melaksanakan kuliah secara tatap muka setelah terbentuknya herd immunity yang kuat,” tutur Muchtar.
Sebelumnya, Polda Sulbar juga menggandeng kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan di daerah itu.
Kabid Dokkes Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi Asmarahadi mengatakan, pihaknya mengajak elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) di daerah itu untuk mendukung program percepatan vaksinasi COVID-19.
Kabid Dokkes Polda Sulbar itu menyampaikan apresiasinya atas animo masyarakat Sulbar, khususnya kepada mahasiswa, mengikuti vaksinasi massal dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya mempercepat penanggulangan penyebaran COVID-19.
Ia juga mengungkapkan bahwa vaksinasi massal COVID-19 tersebut merupakan wujud sinergitas dan dukungan dari para pemuda dan mahasiswa dalam menyukseskan program pemerintah percepatan vaksinasi.
“Alhamdulillah animo dari adek-adek mahasiswa sangat tinggi dan ini menandakan sinergitas dan dukungan penuh dalam upaya membebaskan Indonesia dari wabah ini serta membentuk ‘herd immunity’ atau kekebalan kelompok,” ujar Asmarahadi.
Ia juga berharap, kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk mengikuti vaksinasi dan tidak terpengaruh dengan isu-isu hoaks atau informasi bohong terkait vaksinasi.
“Kami mengajak masyarakat agar tidak terpengaruh hoaks yang banyak beredar di media sosial terkait dampak negatif dari vaksinasi COVID-19,” tutur Asmarahadi. (Ant)




